Meninjau kembali diri sendiri

April 28th, 2009 by a-leeda

Assessment

Merupakan kata yang sudah cukup umum diketahui, mulai dari dunia kerja hingga merambati bangku kuliah. Sebuah penilaian terhadap kinerja yang dilakukan terhadap seorang individu, dilakukan seobjective mungkin. Sebab bagaimanapun juga yang menjadi assessee bukanlah diri sendiri. pengukurannya pun jelas dan biasanya telah ditentukan dari awal.

Namun bagaimana bila objek pelaku dan objek penderitanya adalah diri sendiri, mudahkah?

Kalau hanya menuruti egosentris mudah saja, apalagi untuk pribadi2 yang menganut paham narcis, kepercayaan diri berlebih. orang semacam ini akan membuat takaran menjadi mudah baginya. Bahagianya

di sisi lain bagaimana dengan orang yg cenderung keras terhadap dirinya, entah mengapa disaat dimintai pendapat tentang dirinya pribadi yang terbayang hanya ketidak puasan.

Sebenarnya simple saja, yang menjadi masalah adalah bagaimana menilai diri sendiri dengan fair? tidak berlebihan dan tidah mengurangi, dengan menggunakan penakar yang sama kala disaat menilai orang lain.

tenang..

luaskan pandangan

dan cobalah untuk membayangkan melihat dirimu dari luar dirimu.. bingung.. bagaimana bilangnya ya.. hmm.. bisa saya unpamakan kalau kita melihat orang lain maka kita akan melihat sosok utuhnya, sedangakan hal tersebut tidak berlaku untuk diri sendiri kan, sebab kita hanya bisa melihat separuh badan, sepasang tangan dan sepasang kaki. nah bayangkan kita melihat diri kita seperti menonton rekaman video kita sendiri.

fokuskan pada permasalahan2 yang pernah terjadi, usahakan untuk menjawab, apa yang saya lakukan saat itu, bagaimana permasalahan itu berakhir, bagaimana saya belajar dari maslah itu, dan seperti apa solusinya.

Satu hal yang sangat penting, biasakan utnuk tidak membuat pembelaan berlebihan, karena siapa sih yang ingin disalahkan, kan lebih mudah menganggap itu bukan kesalahan saya.

jangan juga terlalu keras terhadap diri sendiri, setelah pengakuan dosa terhadap diri sendiri ada baiknya menjalankan proses memaafkan diri sendiri.

biasakan untuk bersahabat dengan diri sendiri terlebih dahulu, termasuk mengenal hati dan pikiran rasional kita,

untuk saya pribadi hal terakhir diatas masih belum bisa diterapkan secara maksimal sih, terkadang saya merasa lebih condong ke satu sisi daripada lainnya, kadang ke pikiran kadang terbawa ke perasaan. toh tidak ada salahnya karena keduanya memang diciptakan untuk menjadikannu seimbang.

sehingga kalau ada orang yang bertanya “seperti apa kamu menilai dirimu sendiri” maka saya akan menjawabnya dengan mengambil waktu terlebih dahulu untuk menarik napas dan kemudian tersenyum. itu membantu mencairkan ketegangan akibat pertanyaan tersebut. trust me!

April 4th, 2008 by a-leeda

all this long..

I’v been sharing my precious moment..

I’v been experience the deep emotions..

I’v been giving pieces of my live

along with our togetherness

Start from this day U’r no longger part of my live

we’v found our own way..

where there’s no longger us

When the emphtyness get me alone i cannot resist

Suddently I feel the emphtyness once again in my heart..

long.. long time a go..

I feel emphty because I have nothing in there

now i feel emphty cause there was a something there

i’m loosing my rooth..

Loosing balance..

Loosing pattern

Loosing you

god bless you ex love..

benci & menyesal

July 29th, 2007 by a-leeda

Tatkala perasaan menguasai kalbu

Tatkala emosi menang diatas pikiran

Dan tatkala diri tak lagi murni

        Semua inginku menjadi hampa

        Niatku lemah tak lagi tegap

        Bimbang dan gulana…

        Rasanya ingin muntah, muak..

Bila kebencian menghampiri

Dibumbui kesal dan kecewa

Yang ada hanya kusut

Yang tinggal hanya amarah

        Tak ada lagi gembira

       Enyah sudah tawa

        Semua tinggal kelam

Perasaan yang tak berasal ini membuatku jenuh

Sesak.. sarat dengan emosi

Ingin kumuntahkan semuanya

Tak kuasa lagi menahan mual ini

        Aku kecewa

        Aku benci

        Marah dan hampir putus asa

Namun tak ada satupun yang dapat dipersalahkan

Sudah, aku sudah kapok dan menyesal

Lain kali aku tak akan mudah percaya

Cukuplah pahit kali ini

24.10.2004

Penat

July 29th, 2007 by a-leeda

Ada saat di mana kita kehilangan arah..

Tak punya semangat

Dan merasa hampa…

       Terbungkam dalam kewajiban

        Hanya menjalankan

        Tanpa tau tujuannya..

Lelah untuk menetap

Enggan beranjak

..Semua terasa berat

        Ingin kubuang semua beban

        Kutendang semua peluh

        Hanya demi satu impian..

        Menyudahi semuanya

Setelah satu terampungkan

Menunggu yang berikutnya

begitu saja terus..

Selalu dalam lingkaran

         Mengapa aku masih bersikeras?

        Bertahan berkutat dalam lingkaran

        ..Tentunya untuk sebuah harapan..

Kelak jerih payahku kan terbayarkan

Masih ada secabik asa tertinggal

Menyisakan sepenggal tenaga..

        Tak punya waktu lagi

        Harus bangkit dan berdiri

        Sekarang..!

        Tak peduli badan luluh lantak

Pasar

September 17th, 2006 by a-leeda

Bersinggungan.. hiruk pikuk.. dan celotehan

Tersenggol bisa marah.. bisa saling lihat.. bisa tak peduli

Semua bicara.. hingga tak lagi kenal beda suara..

Suara manusia adu omong.. suara ayam adu nasib meregang nyawa..!

Hanya yg terdekat yg terdengar.. yg jauh hanya jadi gaung..

Sibuk menawar harga dan mutu barang

Penjual dengan gaya pura2 merugi

Sementara si pembeli bertingkah acuh tak acuh..

Itu hal biasa di pasar

Dan karena pasar ada di mana2 dengan berbgai bentuk

Maka hal itu menjadi biasa dalam hidup

Betapa semua orang ingin bersuara.. baik menjual atau membeli

Orang pergi ke sekolah untuk membeli jasa

Sementara guru pergi ke sekolah untuk menjual jasa

Lebih jauh.. orang menjual nilai dirinya untuk mendapat pasangan

Jadi pasar punya berbagai wujud

Di pasar banyak orang dan banyak suara.. maka pasar yg demikian dikatakan hidup

Namun.. berapa banyak suara yg kau dengar.. dan ingin kau dengar dalam hidupmu?..

Tentunya hanya suara orang terdekat.. karena itu yg terdengar

Sementara suara jauh.. hanya suara sekali lewat…

Tentunya suara ayam sekarat di sebelah tidak kau dengarkan.. karena itu menyedihkan dan kematiannya mengenyangkanmu..

Cuma yg dekat dan yg membahagiakan yg kau anggap penting

Sementara banyak suara di sana.. masih di lingkunganmu… enggan kau dengar.. karena dianggap tidak penting!..

Senyuman Terpahit

September 17th, 2006 by a-leeda

Ada kenangan pahit dalam mengingatmu

Namun tak dapat disangkal, pun ada manis dalamnya

Sebuah resiko yang tak terpisahkan

      Karena aku hanya memilikimu saat ini

      Semua yang kupunya adalah sekarang

      Karena masa depan adalah tiada…

Keadaan yang tak memiliki masa depan begitu rapuh

Seharusnya tak pantas dipertahankan..

Tapi karena kerapuhannya Ia menjadi begitu berharga

      Seperti sedang menghitung waktu

      Hingga tiap detik bersamamu sangat berarti

      Mencoba terlelap dari kenyataan esok hari

Bahwa mungkin esok tak dapat lagi bersama

Mengira2 kapan saat itu datang

Membuaku ingin memelukmu lebih erat

      Walaupun mengetahui bilamana Ia telah sampai

      Aku harus melepaskanmu…

      Lalu mengambil langkahku sendiri

Langkah di mana tak ada lagi kita

Namun aku takkan pernah kehilanganmu

Karena toh aku tak pernah memilikimu…

      Kekasih yang tak pernah kumiliki

      Sebuah keterikatan dengan rantai bernama kebebasan

      Kebahagiaan yang menyakitkan

Hingga rinduku.. sayangku.. dan semua emosi..

Tidak akan ada untuk benar2 ada

Hanya tersimpan dalam bahasa senyuman terpahit

More and More

June 6th, 2006 by a-leeda

Think deeper… look beyond the view
I want more… more.. and more
Still thirsty without or ever think bout tired

Give me a kiss and I want more
Hug me with your soul and I’ll hug you more
Touch me and I’ll touch you back

Love me
More… more… and more
Love me more and I’ll love you more
Love me deeper aint no more

June 2006

Striving for Exellence

March 12th, 2006 by a-leeda

Berapa banyak perjuangan yang telah kau lakukan?..
Mungkin tak banyak yang dapat menjawabnya dengan lantang dan pasti

Beruntunglah kamu yang dapat tegas menjawabnya tanpa keraguan..
Dan lebih beruntung lagi kamu yang dapat menjelaskan untuk apa perjuangan itu

Kalau ku ukur diriku yang sekarang.. mungkin tak banyak yang dapat dibanggakan..
Juga pertanyaan diatas… kembali tertoreh pada secuil akal
Memang apa yang telah ku lakukan selama hidup ini…

Apakah benar aku telah berjuang.. atau hanya menjalani tanpa keinginan
Hem.. kita memang selalu ingin yang terbaik.. memilih yang terbaik..
Lantas apakah kita sudah melakukan usaha yang terbaik..

Suatu waktu suatu masa.. pernah merasa kalah.. terlebih lagi pernah kehilangan tujuan..
Tiba tiba tersadar tengah terjebak dalam sesuatu keadaan..
tak bisa dijelaskan bagaimana dapat terlibat

Kalau kata menyerah begitu mudah terlontar.. lalu apalah arti sebuah keinginan
Bagiku keinginan adalah cita-cita yang belum terwujudkan
Melepaskannya berarti melepaskan dirimu sendiri

Namun apabila kemantapan hati telah berpindah.. dan pijakan tak lagi sama
Apakah memang saatnya untuk meninggalkan
Goyah yang sangat tidak mengenakkan..

Tapi sejenak kutemukan bentuk lain dari perjuangan..
Bahwa penerimaan juga merupakan suatu perjuangan..
Yang tidak akan dengan mudah dapat dipasrahkan

Selanjutnya tentu saja mencari tujuan lain..
Dan merampungkan pekerjaan yang belum selesai…
Bahwa kebahagiaan terbesar dalam perjuangan ialah prosesnya
Bahwa setiap torehannya akan mengukir alur hidup
Dan menjadikanmu sebagai diri sendiri..

Karena kehidupan adalah perjuangan
Dan karena kita selalu ingin yang terbaik…
Maka berjuanglah untuk menjadi yang terbaik

Tak peduli apakah nanti keterbatasan memaksamu merubah arah..
Tak peduli bilamana nanti kau temukan sesuatu yang lebih tinggi
Yakinlah bahwa setiap prosesnya membawamu kepada dirimu yang sebenarnya

Wah.. tera!

October 6th, 2005 by a-leeda

sedikit penyesalan yang mau gw sharing ke loe.. semoga  loe bersedia dengerin yahh..

setelah cukup lama berlabelkan tera, sepanjang tahun 2003 dan 2004 di FE Unibraw.namun yang saya sesalkan adalah tidak dapat bergabung dan mengulangi
kegembiraan bersama teman2 sekalian dalam team tera untuk tahun 2005
ini.

walaupun masa ospek dah lama selesai tapi label itu terus melekat, bukan keinginan saya semata, tapi begitulah adanya. bukankah orang lebih mudah mengingat pengalaman buruk dan penderitaan dibanding kebaikan dan kebahagiaan. tak percaya? coba sebutkan kapan dan ceritakan dengan detail pertama kali Anda bahagia! jauh lebih mudah bila pertanyaan itu saya ubah menjadi: sebutkan kapan dan ceritakan dengan detail pertama kali Anda sakit hati!.

memang benar kalau resiko menjadi tera adalah menabung kebencian maba. tapi tujuan utama saya menjadi tera hanya dua.

pertama untuk mendewasakan mereka dan melatih untuk memilih antara yang baik dan buruk, walau untuk itu kita para tera harus menjadi sang penjahat. tapi disitulah permainan. manusia tidak akan dapat membedakan yang baik dan buruk sebelum merasakan keburukan. selanjutnya pernahkan terpikir bila tidak ditekan akankah kekompakan angkatan tercipta? karena tertindas muncullah hasrat bersatu..

motivasi kedua lebih kepada pribadi. saya ingin melepaskan kekakuan dalam hidup pada sebuah sekenario ospek. berperan menjadi sosok lain dan membangkitkan intuisi untuk berberang, bertahan.. dan melepaskan beban pikiran. bisa dibilang menjernihkan pikiran dan mengisi energi hidup.

melihat semangat muda pada diri para maba merupakan sesuatu yang tak bisa digambarkan dengan mudah. tak dapat dipungkiri hal ini menjadi flash back dari seluruh kehidupanku. dimana saya bisa mengulangnya, mengenangnya, mengambil pelajaran berharga, membuang sisi negatif masa lalu, dan melihat bagaimana saya telah berubah dari hari itu. hari2 dimasa lalu saya.

bagi saya menjadi tera seperti sudah melekat dalam darah. dan absen satu tahun merupakan suatu kerugian besar.

saya sangat sedih melihat banyak teman seperjuangan yang tidak dapat mengerti motivasiku sebenarnya. memang tak bisa disangkal tera memang posisi menguntungkan untuk menjual diri dan membeli kepopuleran dari maba dan teman2 di kampus.

maafkan bila kata2ku telah menyakiti saudara. ini hanyalah ungkapan hati terdalam yang tak tersalurkan. lama terbendung dan memendam.
terimakssih untuk mendengarkan melalui tulisan ini.

Hemm bagi2 crita dunk tentang ospek FE 2005….! lebih jauh lagie bagi2 crita tentang ospek dimana saja, kapan saja… baik dari sisi panitia maupun peserta ospek

Jovanka diary1

September 8th, 2005 by a-leeda

Bwat reader smua… ini fiktif yak.. mo nyoba2 ngarang novel neh.. mohon masukannya

18 December, 2010..

Dear marvey…. my beloved diary,

Sepertinya beban yg kutanggung sebagai putri tunggal semakin berat saja. bukan hanya masalah tahta kerajaan, namun juga ancaman perang dari negara tetangga. memang perundingan damai telah diusahaakan. bahkan tak tanggung2 jumlah delegasi dikirim ayah, namun hanya sedikit yang kembali marvey.

Perselisihan 5 generasi ini sepertinya sulit untuk diselesaikan. apakah akan terus berlangsung dimasaku kelak? ohh marvey.. seandainya aku laki2. pasti sudah kupimpin pasukan untuk membasmi withermos.

kau tahu kan, proyek senjata biologis kita hampir berhasil. kalau kita telah menguasainya, maka tak perlu takut lagi pada ancaman nuklir withermos. kelak setangkai bunga dapat menjadi mematikan, lebih berbisa dari mahluk berbisa apapun. bila saat itu tiba, semoga rakyat marveous dapat hidup tenang.

20 December, 2010

Marvey, maafkan saya tidak sempat mengajakmu bicara. Saya terlalu sibuk dengan urusan kerajaan.

Hari ini kita dapat tangkapan besar! tiga orang mata2 withermos berhasil ditangkap. sepertinya mereka bukan mata2 biasa. pasti anggota pasukan elite. semuanya pria..

kau tau sifatku kan marvey. ya.. aku akan berpakaian seperti pria dan terjun langsung untuk mengintrogasi mereka. kalau perlu kusiksa sampai buka mulut.. kalau cara itu tidak berhasil, masih banyak mawar merah untuk mereka.

Pria tak akan mampu menolaknya. napsu mereka lebih berkuasa atas akal mereka. asal bisa membangkitkannya maka mudah untuk menaklukkannya. sebaiknya kukirim vien, dia sangat berpengalaman terhadap lelaki.

bye.. marvey, senang ngobrol dengan kamu!!